promise less or do more
alittlechit chat
Profile


BlogEntries
» February 23, 2015 / -8:53 AM
Hari ke-257

Bandung, 23 Februari 2015



Hari ini adalah hari ke-257.

Terima kasih buat kebersamaannya selama ini.
Yang kita mulai secara iseng-iseng malah menjadi serius.

Dulu kita sering iri sama kesempatan yang didapat orang lain.
Sekarang kita menjadi barisan pertama tanpa harus pikir panjang.
Dulu kita butuh waktu 3 minggu untuk meraih 1000 orang.
Sekarang cukup dengan hitungan hari tanpa usaha keras.

Walaupun jadi banyak yang bermunculan, semoga kita tetap bertahan ya.
Tetap menjadi diri sendiri, tanpa harus menjatuhkan yang lainnya.
Kalau nggak karena Cical, mungkin kita sudah berhenti.
Kalau nggak karena Andrew, mungkin kita tidak ada sama sekali.

Future awaits.
Let's not stop here.
For another hundred days ahead.

Labels:


» February 22, 2015 / -7:32 AM
Terhubung Oleh Mimpi

Bandung, 22 Februari 2015



Hai kamu,
Saya langsung menulis surat ini langsung setelah bangun dari tidur.

Saya baru saja terbangun dari mimpi dimana kamu hadir disana.
Kamu tidak berubah. Sama sekali.
Padahal kita sudah bertahun-tahun tidak bertemu.

Di mimpi itu, saya mencoba sembunyi dari pandanganmu tapi kamu tetap bisa menemukan saya.
Kamu datang, memberikan saya bunga Lili (yang jelas-jelas bunga favorit saya), dan surat.
Ya, balasan surat yang saya kirimkan padamu beberapa waktu lalu lewat blog ini.
Dan sebelum kamu pergi, kamu memeluk saya sambil berkata, "Jangan khawatir."

Sambil menulis surat ini, tangan saya masih gemetar.
Otak saya masih mengingat setiap detail yang ada di mimpi tersebut.
Hati saya masih merasa ada yang ganjil dan sesuatu yang salah mungkin terjadi.
Karena semua terasa nyata.

Saya bisa saja kembali tidur, dengan harapan mimpi itu akan kembali berlanjut.
Tapi, saya memilih untuk terbangun.
Mungkin alam bawah sadar saya mencari keberadaan kamu.
Atau mungkin alam bawah sadarmu lah yang menggiring saya kepadamu lewat mimpi.

Apakah kamu baik-baik saja?
Karena di sini saya merasa khawatir.

Labels:


» February 17, 2015 / -1:56 PM
Kamu Percaya Kebetulan?

Bandung, 17 Februari 2015



Untuk seseorang di pulau yang terpisah,

Maaf tiba-tiba aku mengirim surat lagi kepadamu.
Tenang saja, surat ini lebih pendek dari yang pertama kok.

Kamu percaya kebetulan?

Saya bertemu dengan perwujudanmu yang lain.
Keras kepalanya sama, dan shio-nya sama dengan nama panggilanmu.
Bisa bayangkan muka terkejut saya ketika mendengar hal itu?

Saya belum terlalu yakin sih, tapi mungkin dia.
Dia yang bisa menggantikan kamu.
Doakan semoga ini bukan hanya kebetulan semata, tapi memang nyata adanya.

Live well. Please be happy.

Labels:


» February 16, 2015 / -4:52 PM
Sedikit Terlambat

Bandung, 16 Februari 2015



Seseorang pernah berkata, "Lebih baik tepat waktu daripada terlambat."
Makanya ia (hampir) tidak pernah terlambat, sepanjang aku mengenalnya.
Pernah sih sekali, dan saat itu membuatku sangat khawatir.
Walaupun penyebabnya karena ia mendadak sakit dan tetap memaksakan dirinya.

Kalimat itu rupanya masih belum bisa kujalankan.
Maaf ya.
Kali ini aku sedikit terlambat.
Aku sedikit terlambat menyadari kalau hati aku sudah tertinggal.

Ah, memang lebih baik tepat waktu daripada terlambat.
Dan sekarang aku kesulitan mengambil hatiku kembali.
Coba kalau waktu itu aku datang tepat waktu untuk mengambil hatiku.
Kan tidak akan merepotkan diriku sekarang.

Tapi setelah kupikir ulang, mungkin ini memang jalan dari Tuhan.
Karena sekarang kamu mencintai orang yang tepat di waktu yang tepat.
Walaupun itu bukan aku.

Untuknya, yang meninggalkanku tepat saat aku baru tersadar.

Labels:


» February 15, 2015 / -11:23 PM
Loneliness

"... But this loneliness exists and eats away at the best parts of us because we must use all our energy to appear happy, even though we will never be able to deceive ourselves."

Hari ini sukses menuntaskan Adultery sambil duduk-duduk di Taman Fitness!

Menarik, karena walaupun point of view yang diambil dari sudut wanita yang sudah menikah, saya tetap bisa merasakannya.
Kesendirian. Kebosanan. Ketidakpuasan.

"We aren’t who we want to be. We are what society demands."

Adultery bukan salah satu karya Paulo Coelho favorit saya.
Saya tetap jatuh cinta dengan Manuscript Found in Accra.


And now, enough for Paulo Coelho.
Haruki Murakami should taking over, soon!

Labels: , ,


» / -3:11 PM
Surat yang Entah Kapan Akan Dibaca oleh Selina

Bandung, 15 Februari 2015



Hai Selina,

Mam nggak tahu kapan kamu akan membaca surat ini.
Tapi bayangkan saja, waktu Mam menulis ini, Mam masih muda.
Masih bisa minum kopi di pojokan coffee shop di Bandung.
Dan Mam (mungkin) belum bertemu dengan Pap.

Saat kamu membaca surat ini, Mam tahu kamu belum mengetahui arti namamu.
Oh, tentu saja sebelumnya kamu sudah mencari tau apa arti namamu.
Selina, dalam budaya Yunani, berarti Bulan.

Apa? Kamu sudah tahu? 
Tapi pasti Mam belum pernah cerita, mengapa Mam memberikan nama itu padamu.

Kamu tentu tahu Mam adalah seorang gamer.
Selina adalah nama salah satu karakter yang Mam ciptakan tahun 2008.

Selina is a warlord.
Warlords are leaders and commanders, inspiring figures, and master tacticians.

Dengan harapan itu, Mam memberimu nama itu.
Mam yakin, kamu akan menjadi wanita yang kuat.
Dan kamu bisa menjadi pemimpin, baik untuk dirimu sendiri maupun orang lain.

Mam loves you!
Kisses!


P.S   Please hug Mam after you read the letter. Just to remind Mam about this letter ;)

Labels:


» February 14, 2015 / -6:00 AM
Tuan Platonik

Bandung, 14 Februari 2015



Dear Tuan Platonik,

Terima kasih untuk 3 tahun kebelakang.
Rasanya aku belum pernah menemukan seseorang yang sangat cocok denganku, selain kamu.
Kita bisa ngobrol berjam-jam tentang berbagai topik.
Atau kadang kita lebih suka keheningan yang ditemani nyanyian kecil.

Tuan Platonik,
Ada saatnya aku suka sebal dengan sikap impulsifmu yang berlebihan.
Atau juga dengan temperamenmu yang kadang tak terjaga.
Tapi tenang saja, kamu pasti bisa menjadi lebih baik lagi.

Tuan Platonik ,
Sebenarnya aku pernah berharap untuk menjadi orang yang berada disisimu selamanya.
Tapi saat ini, rasanya seperti ini saja sudah cukup.
Sepertinya, posisiku menjadi "orang yang selalu ada saat kau butuhkan" sudah tepat.

Tuan Platonik,
Aku akan selalu memperhatikanmu dan menyayangimu.
Sukses untuk studimu!
Ingat janjimu, untuk jadi dokter untuk anakku kelak.

"A woman's love is like Batman. It can appear without warning in the night, and sometimes when you look away for a second, it dissapears."
"A man's love is like Ironman. It is looking tough, but it is just a shell to hide a fragile human inside."

Warm hugs for Mr. from Ms.

Labels:


» February 13, 2015 / -3:02 PM
Mantan Kesayangan Ibu

Bandung, 13 Februari 2015



Untuk mantan kesayangan ibu,

Semenjak kita putus, sepertinya tidak ada komunikasi antara kita ya?
Maaf ya kalau setiap kita berpapasan, aku tidak mau menatap matamu.
Aku juga tidak berani menyapamu duluan.
Ternyata mengharapkanmu menyapaku duluan adalah hal yang tidak mungkin.

Apa kabar kamu?

Ibu masih suka menyanyakan kabarmu padaku.
Aku hanya bisa memberikan senyuman sebagai jawabannya.
Sepertinya dia rindu kehangatan kata-katamu.

Eyza juga masih sering bertanya.
"Mana Mas Dimas? Kok nggak pernah main lagi ke rumah?"
Sepertinya dia rindu kebaikan hatimu.

Aku?
Aku juga rindu.

Kalau waktu siap dan kita siap, kita akan bertemu kembali.
Dan kita lihat apa rencana Tuhan untuk kita nanti.

Labels:


» February 12, 2015 / -3:30 AM
Dari Yang Pernah Terinspirasi

Bandung, 12 Februari 2015



Untuk kamu yang kukirimkan surat minggu lalu,

Beruntunglah kamu karena aku mengirimkanmu 2 surat cinta.
Hey, nggak semua orang seberuntung kamu lho!

Kamu mungkin masih ingat proyek yang kantor kita lakukan satu tahun lalu.
Membuat buku dari kumpulan cerita tentang cinta.
And you know what, after one year, it comes true!

Semalam, aku langsung mencari dan membaca draft cerita itu.
Sejujurnya aku tertawa geli saat membaca cerita tersebut.
Kemudian aku membayangkan apa yang terjadi antara kita saat itu.
Ya ampun, aku kangen banget masa-masa itu.

Aku nggak tau apakah di tangan editor, cerita itu akan berubah atau tidak.
Semoga saja tidak ada yang berubah, dan semuanya tetap sama.

Kalau nanti kamu baca buku itu, mudah-mudahan kamu juga kangen masa-masa itu.
Mudah-mudahan juga kamu menertawakan apa yang pernah kita alami dulu.
Seperti saat aku membacanya kembali.

Karena ku selalu, senang bersamamu.
(Naif - Senang Bersamamu)


Dari aku, yang pernah terinspirasi olehmu.

Labels:


» February 11, 2015 / -9:21 AM
Lelaki yang Merasa Sendiri

Bandung, 11 Februari 2015



Untuk lelaki yang merasa sendiri,

Sebenarnya aku kaget saat menerima pesan darimu.
Kupikir kamu menghilang beberapa saat karena kamu sudah menemukan kebahagiaanmu.

Karena kamu sudah bercerita kepadaku, jadi jangan merasa sendiri sekarang.
Kamu selalu bisa mengirim pesan untukku.
Kamu selalu bisa membaca buku yang masih kamu pinjam.

Semoga nantinya kamu mendapat pekerjaan yang kamu inginkan.
Semoga nantinya kamu mendapat wanita yang terbaik.
Semoga nantinya kamu tidak lagi merasa sendiri.

Believe me, you will have a better life.
God bless you, Archie Fazira.

Labels:


» February 10, 2015 / -8:32 AM
Ordinary Birthday Wishes

Bandung, 10 Februari 2015



Happy birthday Sharon!
Teman ketawa paling lepas yang aku punya.

Wishing you heaps of goodness and success this year.
Ingat ya, bertambah umur berarti bertambah kesempatan.
Kesempatan pindah kosan, naik gaji, sampai dapet pacar baru.

Apa? Mau balikan?
Boleh boleh.
Tapi nanti aku kasih stiker tendang 3 kali ya.

Semoga habis ini nyetirnya makin bener ya.
Jangan sampe nabrak kuda lagi ya.
Nabrak mesin tiket parkir di mall juga jangan.

Traktiran? Angkringan aja cukup kok.
Tapi nasinya 3, satenya 5 ya.
Ditunggu lho!


OOO

Labels:


» February 09, 2015 / -2:30 PM
A Thank You Note

Bandung, 9 Februari 2015



Dear Kai,

Thank you for being there.
Even when you try not to care about it, but you actually do.
I, somehow, cannot lie to you.

Thank you for being the first one to lend your ear.
Even when I try not to talk about it, you know it already.
And you won't hesitate to help me.

You will always be my dependable brother.
Small one miss her big one!

Labels:


» February 08, 2015 / -2:00 AM
Untuk Perempuan yang Telah Memilikinya

Bandung, 8 Februari 2015



Kepada perempuan yang telah memilikinya,

Bersyukurlah karena ia berada disisimu.
Ia ada untuk menemani harimu dan mendengarkan ceritamu.
Ia ada untukmu, bukan untukku.

Ia masih keras kepala ya?
Atau masih suka daging yang ia masak sedikit gosong?
Atau jangan-jangan, ia masih suka memutar lagu yang ia suka sejak 5 tahun lalu?

Jangan. Jangan beritahu jawabannya kepadaku.
Karena saat ini, kamu yang lebih tahu tentangnya daripada aku.
Kehadiranku tidak ia butuhkan baginya.

Kuucapkan terima kasih kepadamu.
Karena bersamamu, kini ia lebih bahagia.
Ia jadi mampu menghidupkan mimpinya menjadi kenyataan.
Itu semua karenamu.

Sekarang, buang surat ini dan berbahagialah.
Jika kamu bertemu dengannya, berikanlah senyuman paling hangat dan pelukan paling erat.
Percayalah, kamu adalah wanita paling beruntung.
Karena telah memilikinya.

Labels:


» February 07, 2015 / -11:17 AM
Sabtu Ke-sekian

Bandung, 7 Februari 2015



Maafkan aku ya, Sabtu.
Sepertinya hari ini aku akan melewatimu lagi dengan kesendirian.
Tapi tampaknya kamu sudah terbiasa dengan itu.

Dulu, ada yang berjanji untuk menemaniku setiap hari Sabtu.
Pagi, siang, sore, atau malam tak jadi masalah.
Lalu kami akan pergi ke sebuah kedai kopi untuk bercerita tentang apa yang kita lalui selama seminggu.
Tapi janji itu kemudian terlupakan.

Seminggu. Dua minggu.
Dan ini sudah Sabtu ke-sekian aku pergi ke kedai kopi sendirian.
Berharap ada yang menghampiriku dan bercerita tentang hal yang terlewatkan.

Sepertinya, janji hanyalah sekedar kata-kata yang terangkai dengan rapi.
Rangkaian kata yang kemudian akan terhapus hanya dengan sebuah kata.
Maaf.



Dari aku, yang ada di sudut kedai kopi di Ciumbuleuit.

Labels:


» February 06, 2015 / -12:16 PM
Untuk Lelaki yang Singgah Sebentar

Bandung, 6 Februari 2015



Untuk lelaki yang singgah hanya sebentar,

Kadang aku merasa kehadiranmu tidak berdampak besar di hidupku.
Tapi setelah kupikir, kalau tidak ada kamu, maka aku tidak akan sebegitu cintanya dengan dunia memasak.
Dan jika tidak ada kamu, maka tidak akan ada aku.

Maaf ya, sepertinya aku masih belum bisa memaafkanmu hingga sekarang.
Padahal dulu aku berjanji untuk menerima kehadiranmu di hidupku.
Mungkin secepatnya.
Semoga.

Bagaimanapun juga, sebagian darahku tersusun dari darahmu juga.

Sehat terus ya Pa.



Labels:


» February 05, 2015 / -7:30 AM
Surat Kedua untuk Sebuah Kesempatan

Bandung, 5 Februari 2015



坂本さん,
Apa kabar?
Nampaknya kamu baik-baik di sana.

Maaf ya mengganggu waktumu tiba-tiba.
Tapi entah kenapa saya ingin mengirimkan surat ini kepadamu.
Sebelum saya lanjutkan, kamu memiliki kesempatan untuk terus membaca surat ini atau langsung menutup surat ini.

Kamu pasti senang ya, bisa kembali dan tinggal di sana.
Saya juga ingin merasakan bahagianya kembali ke tempat asal saya.
Tapi mimpi itu harus saya kubur dalam-dalam, selama masih ada kamu di sana.
Jika ada kesempatan pun, lebih baik saya menolaknya daripada ada rasa sakit di hati.

Kapan kamu akan melangkah ke tahap yang lebih serius?
Saya doakan agar secepatnya terjadi, agar saya bisa segera melangkah pergi.
Dan pada akhirnya, yang pernah terjadi akan kembali terjadi.
Ya, paling tidak saya belajar dari masa lalu.

Doakan saya juga ya.
Agar saya mendapat kesempatan untuk menemukan seseorang yang bisa menggenggam tangan saya dan pergi dari bayangmu.


Titip salam rindu saya untuk pantai yang pernah kita datangi bersama.
さな子

Labels:


» February 04, 2015 / -10:00 AM
Kado Kecil Untuk Si Besar

Bandung, 4 Februari 2015



Dear Muhammad Faeyza Defrano,

Butuh waktu hampir 17 tahun untuk bisa akhirnya bertemu denganmu.
Kadang aku sebel sendiri, kenapa harus menunggu waktu selama itu untuk bisa bertemu?

Aku yakin, kamu pasti tidak ingat pertemuan pertama kita.
Kita bertemu di Jakarta, setelah kamu menghabiskan beberapa malam di Bandung.
Kamu masih tertidur nyenyak di pelukan ibu saat kita bertemu.
Entah mengapa, aku ingin menangis saat akhirnya melihat wajahmu.

Aku menangis, karena akhirnya aku bisa melihat sendiri wajah adikku.
Adik yang sedari dulu aku nantikan, kini hadir di hidupku.
Saat itu kamu masih kecil sekali dan putih, nggak kayak kakakmu yang sawo matang ini.
Saat itu pula, rasanya aku ingin mencium dan menggendongmu.

Adikku Eyza,
Kamu akan selalu menjadi kado kecil terindah di hidup kakakmu.
Maafkan kakakmu yang suka jarang pulang ke rumah.
Tapi rasa sayang dari kakak kepadamu tak pernah hilang.


Peluk erat tak pernah lepas,
Tata' Odi

Labels:


» February 03, 2015 / -12:18 PM
Teruntuk Lelaki di Media Sosial

Bandung, 3 Februari 2015



Untuk lelaki yang hanya bisa kutemui di media sosial,

Dengar-dengar kamu sempat mampir ke Bandung ya?
Kok nggak ngabarin aku?
Apa karena kini kita tidak berada di perusahaan yang sama, jadi kamu tidak mau mengabarkanku?
Lihat siapa yang sombong sekarang. Ha!

Aku ingat waktu pertama kali kita bertemu.
Kita nggak banyak ngobrol, tapi lucunya aku malah dibuat penasaran sama kamu.
Percaya nggak, aku sempat heboh sendiri saat kamu meng-add aku di BBM.
Dan masih menjadi pertanyaan bagiku, bagaimana caranya kamu mendapat pin BBku.
Mind to share the answer with me? :)

Yang paling kuingat adalah saat bertemu kamu di Java Jazz Festival.
Kamu bekerja. Aku bekerja. Kita masing-masing sibuk.
Tapi kita sempat berjalan berdua walau hanya sebentar, dan membicarakan banyak hal.
Padahal aku sempat berharap sama sekali tidak bertemu denganmu, lho!

Aku rindu suaramu.
Mungkin kapan-kapan aku harus menghubungimu sendiri tanpa harus menunggumu.


"Dan di radio, kubernyanyi hanya untukmu"
(Andien - Dan Di Radio)

Labels:


» February 02, 2015 / -6:30 AM
Kutunggu Jawabannya

Bandung, 2 Februari 2015



Yangkung,
Sudah hampir 20 tahun sejak Yangkung kembali kesisi-Nya.
Dan sudah 1 tahun sejak kita bertukar cerita, walau hanya 10 menit.

Yangkung masih ingat dengan permintaanku waktu itu?
Kalau aku ingin pergi dan menemani Yangkung saja.
Jawabanmu saat itu, "Belum saatnya."
Kini aku mengerti arti dari jawabanmu.
Masih banyak hal yang harus kulakukan sebelum pergi untuk selamanya.

Sebagai salah satu cucu yang paling bandel, pasti Yangkung sering geleng-geleng kepala sendiri melihat hidupku.
Maaf ya Yangkung, cucumu ini masih belum membuat Yangkung bahagia dan bangga.
Pasti akan ada waktu dimana Yangkung bisa tersenyum bangga melihatku, walaupun senyuman itu tidak bisa kulihat.

Aku lupa menanyakan satu hal kepadamu, Yangkung.
Mengapa kamu memilihku dibanding cucumu yang lain?
Padahal masih ada cucumu yang lain, yang lebih bisa engkau banggakan.
Dan sudah hampir 20 tahun, engkau masih juga menemaniku.

Yangkung,
Aku tunggu jawabannya ya!
Kalau malam ini kita ngobrol, bisa kan?

Dari cucumu yang selalu sayang dan mendoakanmu,
Agustin.


P.S
Sampai saat ini (dan mungkin untuk selamanya), hanya Yangkung yang kuizinkan memanggilku "Agustin" :).

Labels:


» February 01, 2015 / -2:00 AM
Someday

Bandung, 1 Februari 2015



Dear Nyo,
Kenapa perutmu tambah besar?

Hehehe, awal surat yang aneh ya?
Sama seperti perasaan aku kepadamu.
Aneh. Mengambang tak menentu.

Kapan ya terakhir kita bertemu?
Terakhir, kamu memberikanku boneka yang kamu beli di Jepang.
Pertemuan sebelum itu, kamu sempat memelukku erat sambil mengelus rambutku.
Oh, waktu itu kamu belum bersama wanita yang kini jadi pacarmu ya!

Sebenarnya aku benci mengakui kalau aku masih memperhatikanmu.
Sialnya, aku juga masih berharap untuk bertemu denganmu.
Tapi aku sadar kalau kamu sepertinya ingin menganggapku tak ada.
Benar kan, Nyo?

Nyo, aku bahagia kamu pernah jadi bagian hidupku.
Aku senang kita pernah berbagi pelukan hangat.
Aku tak pernah menyesal pernah mengizinkanmu masuk ke hidupku.
Tapi izinkan aku menjadi jahat dengan mengatakan, aku rindu pelukanmu.

We never say goodbye to each other, Nyo.
Because we both know that we will meet again. Someday.


Love,
Nya.

Labels:


▲ Back to top


Recents

  • Menutup Jendela
  • A Long Vacation
  • Memory Lane
  • Kotak Kenangan
  • Rutinitas
  • 0
  • Terlewati
  • Cephalalgia
  • The Right Time
  • W-08

  • Archives

    January 2009
    February 2009
    April 2009
    May 2009
    June 2009
    July 2009
    August 2009
    September 2009
    October 2009
    November 2009
    December 2009
    January 2010
    February 2010
    March 2010
    April 2010
    May 2010
    June 2010
    July 2010
    October 2010
    November 2010
    December 2010
    January 2011
    May 2011
    August 2011
    October 2011
    November 2011
    December 2011
    January 2012
    February 2012
    March 2012
    April 2012
    May 2012
    June 2012
    July 2012
    September 2012
    October 2012
    December 2012
    January 2013
    March 2013
    April 2013
    May 2013
    June 2013
    July 2013
    August 2013
    October 2013
    November 2013
    December 2013
    January 2014
    February 2014
    March 2014
    April 2014
    May 2014
    June 2014
    July 2014
    August 2014
    September 2014
    October 2014
    November 2014
    December 2014
    January 2015
    February 2015
    March 2015
    April 2015
    May 2015
    June 2015
    August 2015
    September 2015
    October 2015
    November 2015
    December 2015
    January 2016

    Rights Reserved © 16thday